Review Helm Zeus Z611c – Helm Modular Paling Murah

Selamat sore semua. Mumpung saya lagi gak ke kantor gara gara sakit hari ini, boleh lah iseng iseng membicarakan helm merk Zeus bertipe modular, Zeus Z611c. FYI saya memang suka sekali tipe helm modular karena daya pandangnya yang sangat baik jika dibandingkan helm full face tanpa mengurangi faktor safetynya karena sudah tersedia chin guard tentunya.

zeus z611c black matt

Kali ini saya membeli warna black matt, biar gak warna putih melulu hehehe. Untuk helm Zeus ini harganya bisa dibilang paling murah hingga saat ini.  Kebetulan saya memesannya melalui juraganhelm.com Namun memang bisa dibilang fitur yang ditawarkan tidak selengkap helm tdr explorer. Bisa dibilang minimalis, karena tidak ada embel embel yang lain, cuma helm yang chinguardnya bisa dicopot pasang lengkap dengan double visor.

profile helm ke arah oval

untuk profile helm ini agak cenderung oval  shellnya, jadi secara estetika enak dipandang. Baik dari depan maupun dari belakang

penampilan dari belakang

untuk lubang ventilasi udara ada dua buah di atas, ditambah dengan lubang ventilasi di bagian chinguard. Dobel visornya cukup baik tingkat kegelapannya, dan mekanismenya cukup sederhana, tombolnya model tarik ke bawah untuk mengaktifkan double visornya

dengan double visor

Namun sayang bagian interiornya agak di bawah expextasi saya sih.

interior

walaupun ventilasi udaranya cukup baik untuk distribusi udara ke bagian interior, namun bahan kainnya agak kasar, sehingga jika terbiasa menggunakan helm yang bahan interiornya halus hal ini cukup mengganggu.

bobot 1,65kg

Oh ya bobot helm ini cukup berat 1.65kg menurut tempelannya. Hal ini lumayan nyiksa kalau dipakai terlalu lama apalagi pas macet macetan. Karena kedua hal itu helm ini jarang saya gunakan untuk ke kantor, karena perjalan saya bisa 1,5-2 jam jika macet parah sekali jalan.

Overall sih helm ini cukup oke untuk tampilannya, bisa dibilang keren. Namun tingkat kenyamanan sesuai dengan harganya yang bisa dibilang murah untuk helm sekelasnya. Sekian dulu ya 😀 semoga reviewnya bermanfaat.

Upgrade Pengereman Yamaha Aerox 155

Masih dalam masa liburan, kali ini saya ingin membahas tentang upgrade pengereman yamaha aerox 155. “Kenapa musti diupgrade?” jujur aja matic yamaha yang ini memang agak payah pengereman ban depannya, sama seperti mio m3 saya yang lama. Mau gak mau harus diakalin nih dengan cara lama, yaitu ganti disk brake yang gedean.

Disk Bracke Aerox by PSM

Jujur memang belum banyak pilihan untuk Aerox 155 untuk disk brake lebarnya. Saat ini baru tipe PSM ini lah yang menstate bahwa produk mereka PnP ke Aerox 155. Maklum, kalau bracket kalipernya gak sesuai males utak utiknya. Di dalam packet pembelian tersedia cakram, brecket kaliper, dan 2 baut dan mur. Disk brake PSM rata rata sudah floating pula, boleh lah kita pasang.

Aerox didongkrak dulu

Pertama tama kita copot ban depan, pakai kunci 17. Jangan lupa didongkrak biar gak jatuh. Selanjutnya tinggal dicopot saja cakram depannya. Btw baut cakram umumnya dilengkapi oleh lem, antara warna merah atau warna biru. Lem ini menyebabkan baut cakram agak sulit untuk dibuka. Untuk memudahkan melepasnya, ada baiknya baut dipanaskan terlebih dahulu dengan torch, biar lemnya kaleman dikit. Terutama jika lem yang digunakan warna merah, pakai tenaga herkules pun susah kebukanya.

dipanasin dulu biar gampang copotnya

Ternyata lemnya warna biru yang dipakai di yamaha aerox 155 ini, lebih mudah pastinya.

cakram terlepas

Jika dibandingkan, cakram PSM ini lebarnya 2 cm lebih lebar dibanding yang standard.

perbandingan cakram standar dan psm

gak terlalu lebar lebar banget, tapi lebih oke sih seharusnya. Setelah itu lanjut dipasang kembali cakram yang baru ke ban nya.

cakram terpasang

Dan jangan lupa bautnya dikencangkan yang kencang ya biar gak mudah copot. Next tinggal lepas kaliper untuk pemasangan brecket menggunakan kunci bintang.

kaliper dilepas

Oh ya baut standarnya tidak bisa digunakan karena terlalu pendek. Jadi saya beli baut lagi yang sama seperti dipaket penjualan disk PSM nya beserta mur 14 biasa yang beli di tukang bangunan. Trus tinggal dirakit seperti gambar di bawah.

brecket terpasang

Untuk pemasangannya jangan lupa untuk mengendorkan pegangan selang rem karena untuk posisi seperti ini selang rem agak ketarik kebawah. Sekian 😀

Pasang Led Headlamp R4 H11 di ER6n

Hai, selamat malam, selamat malam takbiran. Gak terasa besok itu rupanya sudah lebaran. Selamat merayakan untuk teman teman yang merayakan. Malam ini saya ingin membahas lagi tentang lampu LED untuk kawasaki er6n saya, si kamakiri. Seperti artikel yang sudah lama dulu saya tulis, disini, lampu LED yang saya gunakan masih menggunakan kipas. Hal ini menyebabkan sulitnya pengaplikasiannya di lampu utama. Jadi hanya dipakai di lampu jauh saja, karena spacenya yang sulit.

headlamp er6n dengan lampu LED untuk lampu jauhnya

Masalah berikutnya adalah dimensi LED yang besar menyebabkan mentoknya lampu dengan reflektor kecil tambahan di depannya. Jadi mau gak mau, kalau mau pasang lampu LED untuk lampu utama musti milih milih. Namun iseng iseng ada rejeki lebih, saya coba beli lampu LED merk R4 untuk soket H11

lampu LED R4 tipe H11

“Kenapa pilih merk ini om?” ya pertama karena dimensi batang utamanya kecil, tanpa kipas, dan juga dudukan H11 nya menggunakan bahan logam

bohlamnya kecil

Untuk pendinginan disediakan oleh copper wire, no fan lho. Jadi bobot lampunya lebih ringan.

pendinginan copper wire

yuk mari kita pasang deh, Untuk pemasangan jangan lupa copot terlebih dahulu lampu sen kanan kiri menggunakan kunci L yang kecil yang disediakan di toolkit ER6n. Lalu cover headlamp ditarik kearah depan, bukan keatas ya. Nanti headlampnya akan keliatan seperti gambar di bawah

headlamp tanpa cover

Gak sulit kok. Lanjut kita copot deh soket soket lampunya.

part yang akan diganti

Setelah semua copot, tinggal dipasang deh lampu LED R4 nya menggantikan lampu halogennya. Lumayan lho dari 55w turun menjadi 30w-40w. Bisa bikin battery lebih awet nih.

copper wire nya dibentangkan

Jangan lupa copper wirenya dibentangkan agar mendapatkan pendinginan maksimal. Lampu LED tipe ini, bila dibandingkan dengan gen sebelumnya memang lebih lebar, namun bobotnya jauh dibawah tipe lampu LED yang menggunakan fan. Keunggulannya soket dudukan lampunya gak akan cepat patah.

lampu tidak mentok reflektor kecil

Keunggulan merk R4 lainnya adalah lampu tidak mentok dengan reflektor kecil bawaah ER6n nya. Jadi pemasangannya cukup mudah tanpa perlu ubahan yang banyak. Hasilnya tentu saja terang.

lampu putih biar kekinian

Lampu ini berkekuatan 4800 Lumen, masih kalah sih silaunya dibanding lampu jauhnya, tapi better jika dibandingkan lampu halogen bawaannya. Untuk sorot lampu ke jalannya belum sempat difoto, karena mendadak hujan tadi :p Sekian

DIY Cegah Ciprat Berlebih Aerox 155 – part 2

Selamat malam. Kebetulan hari ini sudah liburan Lebaran. Liburnya panjang lho 1 mingguan. Oleh sebab itu boleh lah saya bahas update tentang Yamaha Aerox 155, terutama  bagian cipratan yang cukup berlebih saat melewati genangan air. Untuk ban depan boleh dilihat di artikel berikut part 1. Nah kali ini untuk ban belakang.

spakbor belakang aerox merk nemo

Untuk spakbor belakang, bisa dibeli spakbor belakang tambahan merk Nemo, seharga 140-150rb-an. “Memangnya perlu om?” ya kalau baca baca di forum, cipratan ban bisa kocar kacir ke kiri kanan, sehingga menyebalkan bagi para boncenger. Lagian kalau pake spakbor tambahan kaya gini bisa bikin mesin lebih bersih sih, seharusnya ya.

kelengkapan paket

Di paket pembelian, kita mendapatkan satu spakbor berbahan plastik, 2 buah breket dan juga baut bautnya. Masangnya cukup merepotkan memang. Pertama tama pastikan terlebih dahulu peralatannya ada, yaitu kunci 8 pas – T dan kunci 14.

copot cover radiator

Cover radiator harus dicopot terlebih dahulu. Saya menggunakan kunci T8 untuk mencopot bautnya yang berjumlah 3 buah. Selanjutnya cover karet yang dimesin dicopot dengan menarik pin karetnya hingga terlepas.

target dudukan brecket melengkung

Untuk brecket yang modelnya melengkung, kita akan letakan di baut yang dekat dengan koil. Lokasi nya berada di mesin yang ada di depannya ban belakang. Gunakan kunci pas 8 untuk melepaskan bautnya, lalu brecket  dipasang di lokasi baut tersebut dengan menggunakan baut yang sama seperti gambar di bawah.

bracket melengkung terpasang

Pastikan kabel yang melekat di baut 8 tadi juga ikut terpasang. Next-nya kita akan memasang brecket yang lurus. Nah untuk step ini agak cukup merepotkan karena pertama tama kita harus mencopot baut arm pegangan shockbreaker kanan berserta baut pegangan knalpot.

baut arm kanan dilepas

Gunakan kunci 14 untuk melepas baut baut tersebut. Total ada 4 baut, 1 baut pegangan arm, 3 baut pegangan knalpot. Nanti bracket yang lurus akan diselipkan di baut pegangan arm. Namun karena pegangan arm juga sebagai pegangan knalpot, untuk memudahkan menyelipkannya kita harus copot baut pegangan knalpotnya juga.

lokasi bracket yang lurus

Jika semua bracket sudah terpasang, selanjutnya tinggal di posisikan untuk spakbor plastiknya. Jangan lupa dikencangkan dengan baut yang disediakan dalam paket pembelian.

baut baut terpasang ke brecketnya

Oke selanjutnya tinggal dirapihkan pemasangan cover radiatornya dan selesai sudah.

selesai terpasang

Mudah mudahan mengurangi kotoran dan cipratan saat lewat genangan air dengan baik ya. 😀

Helm TDR Explorer vs Airoh J105

Selamat malam sobat. Malam ini iseng iseng saya ingin membahas tentang helm TDR Explorer dibandiangkan dengan Airoh J105. Mumpung lagi bersihin helm nya untuk mempersiapkan besok kerja kantor. Sebagai perkenalan helm TDR ini merupakan satu genre dengan helm Airoh J105, yaitu helm modular. Modular artinya helm terbagi dalam beberapa modul yang bisa dicopot pasang. Helm seperti ini tidak terlalu populer, namun biasanya merk merk terkenal punya yang model seperti ini, misal Nolan N44, INK MF1, dll dll.

TDR Explorer vs Airoh J105 tampilan depan

Harga helm ini tidak terlalu mahal mahal banget, dulu saya beli di kisaran harga 700rb-an. Sekilas sebelas dua belas kan modelnya? Memang jika diperhatikan untuk ukuran helm TDR Explorer lebih besar. Selain itu pada bagian ventilasi atasnya lebih besar dibandingkan dengan Airoh J105

ventilasi atas

Model ventilasi atas pun juga berupa air scoop, efeknya aliran udara ke kepala lebih terasa dibandingkan Airoh J105.

profile kaca TDR Explorer vs Airoh J105

untuk kaca visor, bisa kita lihat Airoh J105 memiliki bidang yang lebih luas. Memang saat memakai Airoh J105 ini pandangan tidak terasa seperti orang memakai helm, untuk TDR Explorer pandangan masih cukup luas dan tidak mengecewakan.

perbandingan TDR Explorer vs Airoh J105 dari sisi samping

Jika dilihat dengan seksama dari sisi samping, TDR Explorer lebih mirip dengan Nolan N44, modelnya sepeti semi helm cross endurance, sedangkan Airoh J105 bentuknya lebih natural. Keduanya tidak memakai flat visor. Dari sini terlihat sisi samping Airoh J105 masih lebih luas dibandingkan TDR Explorer.

penampilan sisi belakang

dari sisi belakang terlihat jelas perbedaannya, Airoh J105 lebih cenderung membulat, sedangkan TDR Explorer seperti helm helm lokal pada umumnya.

interior cukup mirip\

Bagian interior cukup mirip. Di bagian bawah TDR Explorer dan Airoh J105 menggunakan finishing kulit. Helm lock system juga menggunakan microlock. Tapi pada bagian chinguardnya TDR Explorer diberikan tambahan pelindung, agar kotoran gak gampang masuk kedalam helm.

Overall helm TDR Explorer cukup oke untuk pencinta helm modular. Bobot tidak terlalu berat, hanya 1.45kg model mirip mirip Nolan N44. Dengan harga dibawah 1 juta rupiah masih cukup oke untuk dibeli. nb: untuk TDR Explorer saya bagian chinguardnya aslinya warna putih, saya beli sparepartnya lagi warna hitam doff

DIY Cegah Ciprat Berlebih Aerox 155 – part 1

Selamat pagi sobat. Semenjak kedatangan Yamaha Aerox 155 di rumah, tentu saja saya coba pakai di jalan jalan sekitar komplek terlebih dahulu untuk mendapatkan impresi berkendaranya, sekalian mencari apa hal hal minus yang potensial dari motor 155 cc ini.

ciprat depan nya cukup parah

yang pertama kali saya sadari adalah cipratan pada bagian depan cukup parah. Pasalnya cipratan air membekas hingga bagian bawah komstir/ bagian atas segitiga shock depan. Kalau malas nyuci bisa berabe nih, bisa bisa kotoran masuk ke komstir, dan komstir jadi cepat haus.

extension fender depan

Solusinya sih simple, tinggal tambah extension fender depan saja yang dibeli seharga 35rb rupiah di bukalapak.com. Tapi dengan catatan ya, pemasangan mewajibkan fender asli dibolongi. Yuk mari kita pasang.

lepas baut pengikat fender depan

Melepas fender depan tidaklah sulit karena hanya diikat oleh 4 baut, 2 dikiri 2 dikanan. Setelah dilepas semua bautnya fender dapat dicopot dari shock depan.

fender depan terlepas

Lalu tinggal disesuaikan posisinya lalu ditandai mana yang mau dibolongi

diukur terlebih dahulu posisinya

Setelah itu proses pembolongannya menggunakan solder yang sudah panas, biar gak ribet.

gunakan solder untuk membolongi dudukan baut

next step tinggal dibaut saja extension fender depannya ke fendernya.

sambungan menggunakan baut

Pastikan bautnya dikencangkan dengan cukup ya, untuk mencegah copot di jalan. Setelah itu fender depan tinggal dipasang di posisi semula

terpasang

Mudah mudahan cipratannya jadi aman terkendali setelah dipasang extension front fender ini. Bagian belakang gimana? tunggu di part 2 ya. hehe

 

Akhirnya Kebeli Juga Yamaha Aerox 155

Selamat pagi sobat. Kali ini saya ingin membahas motor skutik matic baru saya, si Aerox 155. Kebetulan dapet rejeki lebih dibulan lalu, langsung saja ngitung ngitung cukup gak untuk meminang Yamaha Aerox 155 ini. Yah setelah dapet lampu ijo dari ibu negara, mulai hunting lah ke dealer dealer Yamaha. Seperti biasa jawabannya “harus kredit pak”, “gak ready stok”, “ga bisa cash”, “inden 2 bulan”, dsb dsb. Sepertinya motor ini laku apa gimana sih?

Alhasil, saya memutuskan untuk menghubungi dealer yamaha yang besar, yaitu Yamaha Putra Buaran. Mudah mudahan sih pembelian cash bisa dilayani. Ternyata benar, untuk pembelian cash pun dilayani dengan baik. Langsung saja SPK dan tanda jadi diserahkan. Informasi dari team Yamaha Putra Buaran, estimasi barang inden hingga 1 bulan paling lama. Yah sudah lah memang laku banget kayanya ni motor ya. Hari berganti hari, dan minggu berganti minggu, eh belum deh blm ganti minggu. Tepat 1 minggu saya dikabari kalau unitnya ready. Wah mantab!

Langsung deh dikirim dari dealer hari kamis kemarin.

Welcome Aerox Kuning

Wah akhirnya kesampaian juga punya motor ini. “Kenapa sih pilih Aerox om?” jujur memang untuk designnya cukup menarik dibanding rival sekelasnya, Honda Vario 150. Teknologi yang ditawarkan pun cukup lebih baik dibanding rivalnya itu. Selain itu ada beberapa faktor yang sebenarnya karena suka aja. Misalnya

ban gambot

Ban nya yang gambot bikin bulky banget. Enak dilihat, apalagi jika dibandingkan ban standarnya Yamaha Mio M3 125. Selain itu sudut nya yang runcing runcing juga asik banget dilihat.

desain yang agresif

Saya rasa kalau Yamaha Motor Indonesia rajin mengeluarkan model seperti ini, plus dengan perbaikan distribusi motor barunya, tanpa perlu embel embel kredit ato apa lah tapi dilayani dengan baik, pasti suatu saat bisa mengulai masa kejayaan penjualan di Indonesia lagi. Seperti jamannya Yamaha Jupiter mx awal awal dulu pas model iklannya Valentino Rossi

tampilan depan juga kece

“Kenapa pilih warna kuning?”hmm, kalau ini memang setelah dilihat lihat perpaduan warna di versi yang termurah paling eyecatching ya warna kuning ini. Kuningnya metalilk lho, bukan kuning biasa. “Motor ini dikasi nama apa om?” percaya ato gak, setelah dicuci tiba tiba ada serangga yang muncul.

ada hornet kecil

Mudah mudahan STNK nya cepet jadi ya