Pasang Led Headlamp R4 H11 di ER6n

Hai, selamat malam, selamat malam takbiran. Gak terasa besok itu rupanya sudah lebaran. Selamat merayakan untuk teman teman yang merayakan. Malam ini saya ingin membahas lagi tentang lampu LED untuk kawasaki er6n saya, si kamakiri. Seperti artikel yang sudah lama dulu saya tulis, disini, lampu LED yang saya gunakan masih menggunakan kipas. Hal ini menyebabkan sulitnya pengaplikasiannya di lampu utama. Jadi hanya dipakai di lampu jauh saja, karena spacenya yang sulit.

headlamp er6n dengan lampu LED untuk lampu jauhnya

Masalah berikutnya adalah dimensi LED yang besar menyebabkan mentoknya lampu dengan reflektor kecil tambahan di depannya. Jadi mau gak mau, kalau mau pasang lampu LED untuk lampu utama musti milih milih. Namun iseng iseng ada rejeki lebih, saya coba beli lampu LED merk R4 untuk soket H11

lampu LED R4 tipe H11

“Kenapa pilih merk ini om?” ya pertama karena dimensi batang utamanya kecil, tanpa kipas, dan juga dudukan H11 nya menggunakan bahan logam

bohlamnya kecil

Untuk pendinginan disediakan oleh copper wire, no fan lho. Jadi bobot lampunya lebih ringan.

pendinginan copper wire

yuk mari kita pasang deh, Untuk pemasangan jangan lupa copot terlebih dahulu lampu sen kanan kiri menggunakan kunci L yang kecil yang disediakan di toolkit ER6n. Lalu cover headlamp ditarik kearah depan, bukan keatas ya. Nanti headlampnya akan keliatan seperti gambar di bawah

headlamp tanpa cover

Gak sulit kok. Lanjut kita copot deh soket soket lampunya.

part yang akan diganti

Setelah semua copot, tinggal dipasang deh lampu LED R4 nya menggantikan lampu halogennya. Lumayan lho dari 55w turun menjadi 30w-40w. Bisa bikin battery lebih awet nih.

copper wire nya dibentangkan

Jangan lupa copper wirenya dibentangkan agar mendapatkan pendinginan maksimal. Lampu LED tipe ini, bila dibandingkan dengan gen sebelumnya memang lebih lebar, namun bobotnya jauh dibawah tipe lampu LED yang menggunakan fan. Keunggulannya soket dudukan lampunya gak akan cepat patah.

lampu tidak mentok reflektor kecil

Keunggulan merk R4 lainnya adalah lampu tidak mentok dengan reflektor kecil bawaah ER6n nya. Jadi pemasangannya cukup mudah tanpa perlu ubahan yang banyak. Hasilnya tentu saja terang.

lampu putih biar kekinian

Lampu ini berkekuatan 4800 Lumen, masih kalah sih silaunya dibanding lampu jauhnya, tapi better jika dibandingkan lampu halogen bawaannya. Untuk sorot lampu ke jalannya belum sempat difoto, karena mendadak hujan tadi :p Sekian

DIY Cegah Ciprat Berlebih Aerox 155 – part 2

Selamat malam. Kebetulan hari ini sudah liburan Lebaran. Liburnya panjang lho 1 mingguan. Oleh sebab itu boleh lah saya bahas update tentang Yamaha Aerox 155, terutama  bagian cipratan yang cukup berlebih saat melewati genangan air. Untuk ban depan boleh dilihat di artikel berikut part 1. Nah kali ini untuk ban belakang.

spakbor belakang aerox merk nemo

Untuk spakbor belakang, bisa dibeli spakbor belakang tambahan merk Nemo, seharga 140-150rb-an. “Memangnya perlu om?” ya kalau baca baca di forum, cipratan ban bisa kocar kacir ke kiri kanan, sehingga menyebalkan bagi para boncenger. Lagian kalau pake spakbor tambahan kaya gini bisa bikin mesin lebih bersih sih, seharusnya ya.

kelengkapan paket

Di paket pembelian, kita mendapatkan satu spakbor berbahan plastik, 2 buah breket dan juga baut bautnya. Masangnya cukup merepotkan memang. Pertama tama pastikan terlebih dahulu peralatannya ada, yaitu kunci 8 pas – T dan kunci 14.

copot cover radiator

Cover radiator harus dicopot terlebih dahulu. Saya menggunakan kunci T8 untuk mencopot bautnya yang berjumlah 3 buah. Selanjutnya cover karet yang dimesin dicopot dengan menarik pin karetnya hingga terlepas.

target dudukan brecket melengkung

Untuk brecket yang modelnya melengkung, kita akan letakan di baut yang dekat dengan koil. Lokasi nya berada di mesin yang ada di depannya ban belakang. Gunakan kunci pas 8 untuk melepaskan bautnya, lalu brecket  dipasang di lokasi baut tersebut dengan menggunakan baut yang sama seperti gambar di bawah.

bracket melengkung terpasang

Pastikan kabel yang melekat di baut 8 tadi juga ikut terpasang. Next-nya kita akan memasang brecket yang lurus. Nah untuk step ini agak cukup merepotkan karena pertama tama kita harus mencopot baut arm pegangan shockbreaker kanan berserta baut pegangan knalpot.

baut arm kanan dilepas

Gunakan kunci 14 untuk melepas baut baut tersebut. Total ada 4 baut, 1 baut pegangan arm, 3 baut pegangan knalpot. Nanti bracket yang lurus akan diselipkan di baut pegangan arm. Namun karena pegangan arm juga sebagai pegangan knalpot, untuk memudahkan menyelipkannya kita harus copot baut pegangan knalpotnya juga.

lokasi bracket yang lurus

Jika semua bracket sudah terpasang, selanjutnya tinggal di posisikan untuk spakbor plastiknya. Jangan lupa dikencangkan dengan baut yang disediakan dalam paket pembelian.

baut baut terpasang ke brecketnya

Oke selanjutnya tinggal dirapihkan pemasangan cover radiatornya dan selesai sudah.

selesai terpasang

Mudah mudahan mengurangi kotoran dan cipratan saat lewat genangan air dengan baik ya. 😀

DIY Cegah Ciprat Berlebih Aerox 155 – part 1

Selamat pagi sobat. Semenjak kedatangan Yamaha Aerox 155 di rumah, tentu saja saya coba pakai di jalan jalan sekitar komplek terlebih dahulu untuk mendapatkan impresi berkendaranya, sekalian mencari apa hal hal minus yang potensial dari motor 155 cc ini.

ciprat depan nya cukup parah

yang pertama kali saya sadari adalah cipratan pada bagian depan cukup parah. Pasalnya cipratan air membekas hingga bagian bawah komstir/ bagian atas segitiga shock depan. Kalau malas nyuci bisa berabe nih, bisa bisa kotoran masuk ke komstir, dan komstir jadi cepat haus.

extension fender depan

Solusinya sih simple, tinggal tambah extension fender depan saja yang dibeli seharga 35rb rupiah di bukalapak.com. Tapi dengan catatan ya, pemasangan mewajibkan fender asli dibolongi. Yuk mari kita pasang.

lepas baut pengikat fender depan

Melepas fender depan tidaklah sulit karena hanya diikat oleh 4 baut, 2 dikiri 2 dikanan. Setelah dilepas semua bautnya fender dapat dicopot dari shock depan.

fender depan terlepas

Lalu tinggal disesuaikan posisinya lalu ditandai mana yang mau dibolongi

diukur terlebih dahulu posisinya

Setelah itu proses pembolongannya menggunakan solder yang sudah panas, biar gak ribet.

gunakan solder untuk membolongi dudukan baut

next step tinggal dibaut saja extension fender depannya ke fendernya.

sambungan menggunakan baut

Pastikan bautnya dikencangkan dengan cukup ya, untuk mencegah copot di jalan. Setelah itu fender depan tinggal dipasang di posisi semula

terpasang

Mudah mudahan cipratannya jadi aman terkendali setelah dipasang extension front fender ini. Bagian belakang gimana? tunggu di part 2 ya. hehe

 

DIY: Update Filter Er6n pakai Ferrox Air Filter

Sudah lama rasanya males untuk nge-upgrade motor Er6n yang saya miliki. Bawaan uda punya anak kali ya. Tapi apa daya punya rejeki lebih, akhirnya bulan ini kesampaian untuk membeli filter udara untuk si Kamakiri, nama motor Er6n yang saya miliki, dengan merek Ferrox. Ferrox lagi om? bukannya kurang nyaring dan terlalu plong? ya stoknya adanya yang itu sih, gapapa lah. (stok duitnya maksudnya)

Filter udara Ferrox untuk er6n

Dalam paket pembelian, isinya hanya filter yang pake bahan stainless itu, dan sticker stickeran hahaha.

paket pembelian

Yuk dah pasang yuk. Caranya sih mudah, tinggal copot tangki aja. Tapi boleh lah saya share caranya biar yang baca gak bingung bingung amat.

pertama tama copot jok dulu

Pertama tama ya wajib untuk copot jok terlebih dahulu. Pakai kunci untuk buka jok belakang, lalu jok depan diangkat juga biar kelihatan seperti digambar. Ada 1 baut ukuran 10 di pangkal tangki, dan selang hawa 2 biji. Nanti kita wajib lepaskan itu. Tapi jangan lupa, di bagian dekat kunci kontak juga ada 2 baut pengikat, jadi kita harus lepaskan penutup tangki depan yang warnanya hitam hitam itu, dengan cara copot cover kunci (didorong keatas dan ditarik aja) dan dua baut di samping kiri kanan dekat komstir.

copot cover tangki

Setelah baut di cover dilepaskan, lalu dorong kedepan cover tangki sambil ditarik ke atas. Sistem pemasangan cover tangki ini menggunakan velcrow, di kiri kanan, dan juga ada pin dibagian tengah dan disekitar lubang kunci. Kalau sudah copot cover tangkinya, tampilan tangki jadi seperti di atas. Lanjut ya..baut baut tadi (2 di dekat lubang kunci, dan 1 di pangkal tangki) dicopot ya

jangan lupa pin selang bensin dicopot

Jangan lupa untuk melepas selang bensin, dengan cara pin selang bensin yang seperti digambar warna merah, dicungkil dengan obeng minus, sehingga melonggar seperti diatas. Selain itu cable fuel pump juga dicopot ya. Posisi cable fuel pump ada diatas soket yang warna putih itu lho.

tangki terangkat, lalu copot cover box air filter

Sesudah itu ya tinggal angkat saja tangkinya, dilepaskan dari motor. Beres kan. Di bawah tangki motor terdapat box air filter, dan juga ada modul injeksinya si Er6n. Untuk baut baut berjumlah 8 buah di sisi sisi box air filter wajib dicopot, sambil diatur untuk kabel kabelnya, soalnya kita mau angkat tutup box air filter itu. Jangan dibetot betot kabelnya ya, lepaskan dengan perlahan.

tutup box air filter sudah terlepas

Nah…gambar di atas itu adalah penampakan kalau tutup box air filter sudah terlepas. Tinggal dicopot aja filter udaranya, jangan lupa kalau air filter itu diikat juga dengan baut ya. Copot dulu bautnya baru copot air filternya.

per bandingan air filter standard dengan ferrox

Bedanya dimana antara air filter standar dan ferrox? Bahannya beda, kalau standard itu pakai kertas, kalau ferrox stainless stell. Kalau standard punya juga tulangnya dari plastik, sedangkan ferrox pakai karet latex. Selain itu ferrox punya lebih tipis dibanding yang standard. Ragu akan menyaring dengan baik? Boleh disemprotkan WD-40 di bagian stainless stellnya biar lebih nempel kotoran yang mau lewat.

ferrox filter terpasang

sudah deh tinggal direplace saja filter lama dengan filter ferrox ini. Oh ya karena sisi sisinya karet, harus dipastikan nge-plak banget ya biar gak bocor. Sisanya tinggal dipasang kembali dengan mengulangi cara bongkarnya namun urutannya dibalik 😀

Efeknya gimana om?

Jujur sih, setelah pakai PCV n pake mapping punya Leovince yang ada di webnya Power Commander, asep knalpot agak bau bensin, tanda kurang supply udara. Setelah pakai Filter ferrox ini asep knalpot jadi lebih gak berbau bensin. So far tarikan memang jadi lebih joss sih, tapi itu juga gak terlepas abis ganti filter udara, ban belakang juga diganti sama battlax xixixix

sekian 😀

Mengatasi Masalah Handling Kawasaki ER6n

Jujur saja, dari awal beli motor Kawasaki ER6n hijau saya, si Kamakiri, memang saya agak cukup merasa handling motor ini agak aneh. Sukar dikendalikan dan agak melawan setangnya. Namun saya acuhkan saja, mungkin memang karakternya seperti itu kali ya, pikir saya. Namun setelah 2 tahun lebih saya memiliki motor ini, makin lama karakter mengemudi yang melawan ini cukup mengganggu bagi saya. Alhasil dari diskusi dengan sesama teman berkendara, dapat disimpulkan memang masalah utama handling dari Kawasaki ER6n yang diobral pada tahun 2014 an itu adalah ban depan yang sebenarnya tidak mumpuni.

bongkar sendiri modal standar paddock

bongkar sendiri modal standar paddock

Jadi untuk mengatasi hal ini, yang pertama dapat dicoba adalah mengganti ban depan. Kebetulan memang baru beli paddock depan, alhasil coba coba sendiri deh untuk mencopot velgnya. Kunci yang diperlukan dibilang cukup umum, namun ada beberapa kunci tambahan yang harus dibeli lagi tentunya

copot baut L di shock sebelah kanan

copot baut L di shock sebelah kanan

langkah pertama sebelum di standar paddock, kita harus mencopot baut dengan kunci L yang sesuai untuk mengendorkan kuncian as roda.

copot as roda dengan kunci khusus

copot as roda dengan kunci khusus

Untuk as roda kita harus beli lagi kunci L dengan mata sebesar baut 14, dalam kasus saya kebetulan modelnya kunci shock 14 dengan mata kunci seukuran kepala baut 14 namun solid. Dulu saya beli seharga 35rb an di bukalapak.com sih

kaliper wajib dilepas

kaliper wajib dilepas

Selanjutnya kita harus copot kaliper dengan kunci baut 12, baru deh as roda dan roda dapat dicopot dengan mudah tanpa kendala. Selanjutnya velg nya tinggal dibawa ke tukang ban untuk diganti. Kebetulan ban pilihan saya kali ini adalah bridgestone S21 dari rekomendasi teman saya Ferdata. Sebenarnya kalau mau yang lebih terjangkau bisa juga pakai ban lokal sih yg compound nya soft kali ya.

ban ready

ban ready

Untuk profile ban Bridgestone S21 ini lebih tirus dibanding ban bawaannya Dunlop Sportmax yang agak melebar. Okay tinggal kita pasang lagi ke motornya dengan langkah yang sama seperti tadi.

pasang lagi as nya

pasang lagi as nya

Jangan lupa pemasangannya dengan pengencangan baut yang pas ya

pasang lagi kalipernya

pasang lagi kalipernya

ban baru terpasang mantab

ban baru terpasang mantab

Oke setelah dipasang, tinggal dites dijalan untuk handlingnya makin lincah atau tidak. Hasil nya tentunya berbeda beda tergantung dari ban yang dipilih ya. Jika setelah ganti ban masih handling tidak enak, mungkin harus dicek untuk laher rodanya bisa jadi sudah aus. Sekian dulu

Ganti Velg Mio M3 Biar Makin Gambot

Karena nungguin Yamaha Aerox yang sudah kelamaan launchingnya, akhirnya saya memutuskan untuk mengupgrade saja ban yamaha mio m3 saya yang memang kecil banget. Kenapa juga bannya didesain kecil banget ya. Untuk upgrade ban ini tentu saja harus diimbangi dengan penggantian velg. Maka dipilihlah velg chemco untuk menemani karet bundar nya.

velg chemco untuk mio m3

velg chemco untuk mio m3

Cukup dengan 850rb an belum termasuk ongkos kirim gojek via bukalapak, akhirnya saya tebus juga velg berwarna hitam ini. Ukuran velg depan 2.15 inch dan velg belakang 2.5 inch. Cukup lebar jauh dibanding standar bawaannya yang masih bermain di angka 1.6 inch

velg baru masih kinyis kinyis

velg baru masih kinyis kinyis

model palang Y

model palang Y

Velg belakang 2.5 inch lebar

Velg belakang 2.5 inch lebar

Untuk chemco ini model velgnya cabang Y, mirip kaya punya ninja fi. Selain velg diatas saya membeli juga kelengkapan lainnya, yaitu laher roda depan dan pentil ban model L, tahu sendiri kan kalo velg matic lebar tuh agak susah isi anginnya.

laher ori, spacer dan pentil angin L

laher ori, spacer dan pentil angin L

Untuk hal ini menghabiskan sekitar 50 rban untuk laher kiri kanan dan pentil seharga 15rb per pcs. Yuk langsung aja dipasang deh. Pemilihan ban depan menggunakan ukuran 90/80-14 dan ban belakang 100/80-14 hal ini merupakan hasil yang paling direkomendasikan untuk velg chemco ini.

pasang karet ban mizzle m66

pasang karet ban mizzle m66

Ban yang dipilih adalah mizzle m66 dengan harga 176rb, dan 155rb sudah merupakan harga diskon. Kenapa mizzle? Simple, suka aja kembangannya. Ban nya jadi terlihat bulet banget ya. Yuk ah tinggal dipasang deh ke si Mio M3.

Ban Belakang nya Gambot

Ban Belakang nya Gambot

Untuk pemasangan ban belakang tidak ada kendala serius, tinggal Plug and Play saja.

 jarak dengan box filter aman

jarak dengan box filter aman

Jarak dengan box filter masih cukup aman, masih tersisa 5-7mm

jarak dengan shock breaker aman

jarak dengan shock breaker aman

Jarak dengan shock breaker juga masih aman tidak saling bersentuhan. Mohon diabaikan foto motornya yg masih kotor ya.

harus coak spakbor sedikit

harus coak spakbor sedikit

Untuk ban depan agak sedikit trickky karena sudah pasti mentok dengan spakbornya. Alhasil harus dicoak deh bagian belakangnya dikit

penampilan dari depan

penampilan dari depan

Yowes selesai sudah. Tampilan si Mio M3 sekarang gak jadi cungkring lagi. Dan gak jadi upgrade ke Aerox 155 deh kalau beginimah. Walaupun demikian biaya modifikasi ini pastinya lebih mahal dibanding dengan langsung beli ke Mio Z lho, ya beda beberapa ratus ribu memang, karena walaupun selisih harganya 500rb an dibandin Mio M3 biasa, namun ban bawaan nya si Mio Z masih kalah besar dibanding ini. Sekian

Clone ORACLE Database Using HP 3PAR Virtual Copy

Good morning everyone. Today i want to share about cloning ORACLE Database using SAN Storage utility. In database concept, storage are the end location of data. So, technically we can clone one database to the others database by copying the storage. This is current my environment spesification:  Oracle Database 11gR1 with ASM running on AIX Server, HP 3PAR Storage.

Step 1: Create Virtual Copy Set from 3PAR

The important thing before we create virtual copy from HP 3PAR system are we need shutdown the source database and asm instance to ensure there in no unexpected block movement from the source. So please shutdown your database and asm instance using sqlplus 😛

shutdown-database

shutdown database

after that, please open HP 3PAR console management. Go to Provisioning open Virtual Volume Sets and right click until the popup shown and choose “Create Virtual Copy”

create virtual copy set

create virtual copy set

and then you can choose some detail option for your virtual copy process.

set up your virtual copy

set up your virtual copy

You can schedule it, or running at that time for virtual copy process. You can setup name for your virtual copy. For database cloning, please choose Read/Write options and click OK and wait for a moment.

your virtual copy on unexported location

your virtual copy in unexported location

you can find your virtual copy disk in “Unexported” location after the storage finish the process. If you dont have Virtual Volume Sets, you can create the virtual copy manually, one by one in “Virtual Volumes” list.

Step 2: Assign Virtual Copy Volume to TheTarget Environment

in this step, you just need to assign the virtual copy disk to the target environment using 3PAR management console. So, we need export that disk to the target server first.

export the disk

export the disk

Block all the new virtual copy disk, right click on them and then choose “Export…” option. After that you can choose where target system to be.

welcome dialouge

welcome dialouge

Click Next

choose the target server

choose the target server

then choose your target server

summary page

summary page

Please check the summary page before completing this step and click “Finish” button.

Step 3: Setup The Disk to be Identify by ASM Instance

My target server are AIX server. So my target server need to be recognize the new additional disk. I use “cfgmgr” tools and run it as root account.

run "cfgmgr" to recognize additional disk

run “cfgmgr” to recognize additional disk

next, you need to configure the new disk name same as the source server. You can check it from source ASM instance using script “select path from v$asm_disk;” on your sqlplus.

checking source configuration asm disk path

checking source configuration asm disk path

After that you can create filesystem node using “mknod” script with same configuration between source and target

mknod for asm disk

mknod for asm disk

after mknod process complete, don’t forget to change owner and change permission the disk to asm disk owner and asm disk permission using “chown” and  “chmod 660“. After that you can turn on your asm instance

turn on your target asm

turn on your target asm

Step 4: Configure your Target Database

This is very simple step, you just need to copy your source database pfile or spfile to the target database. You can find your pfile on $ORACLE_HOME/dbs/ folder, which the name similar with “init<SID>.ora” prhase. if you using spfile, you can generate your own pfile copy from spfile using “create pfile=’/home/oracle/initDB.ora’ from spfile;‘ on your sqlplus

create pfile from spfile

create pfile from spfile

copy that file to $ORACLE_HOME/dbs folder on target server. And you can start your target database.

start your target database

start your target database

Don’t forget to disable archivelog mode because the archive log will consume your virtual copy space rapidly. Thanks